Sunday, August 3, 2014

note of life : kekuasaan

Salam dari Sahabat

Hidup itu seperti roda mobil. Terus berputar dan tidak pernah berhenti. Selalu ada yang di atas dan di bawah. Sama seperti kita yang kadang tenar dan kadang terasingkan. Kalau di pikir-pikir manusia selalu ingin diatas dan itu sudah selalu jadi kodrat manusia tapi dahulu kala ketika adam dan hawa di ciptakan mereka berdua tidak pernah berniat untuk mengusai satu sama lain. Bahkan adam yang merasakan kesepian ditaman firdaus meminta hawa kepada Tuhan bukan untuk dia kuasai tapi untuk menjadi pendampingnya. sampai sekarang dari mana sifat ingin menguasai manusia pada zaman ini? jawabannya dari rasa iri terhadap orang lain, ketika kita melihat orang lain sukses dengan segala kepunyaannya maka kita menjadi buta akan rasa ingin mengusai lebih banyak dari orang lain tersebut. Hal itu juga yang terkadang membuat kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan tersebut. Mulai dari menindas, membunuh, mencuri, dan cara cara licik lainnya menjadi halal demi kekuasaan. Sebenarnya kekuasaan bukanlah barang yang susah didapatkan jika kita jujur, tekun, dan ikhlas. Dari berbagai cara yang semestinya kita harus lakukan, bisa di peroleh kekuasaan  yang absolut dan murni buka dengan menjatuhkan satu sama lain. Belajar dari kehidupan sekitar yang sebenarnya, kekuasaan itu bisa timbul dengan sendirinya ketika kita menjadi bijak dan jadi seorang panutan didalam kehidupan sendiri. Dengan cara yang semestinya ini maka sebuah kekusaan akan timbul dengan sendirinya. Kekusaan yang murni timbul dari rasa ingin menunjukan kebijaksanaan tanpa rasa ingin menguasai satu sama lain, tanpa harus menginginkan kepunyaan orang lain, tanpa harus menghalalkan segala cara, dan tanpa harus ingin menindas satu sama lain. Pesannya adalah jika kita ingin mengusai orang lain maka kita adalah orang yang gagal untuk menguasai diri sendiri dan jika ingin menguasai kebijakan dan kebajikan di dalam diri sendiri maka kita akan berhasil mendapatkan kekuasaan murni. Biarlah kekuasaan itu mengikuti kita bukanlah kita yang mengikuti kekuasaan.

Ilmu dari Seorang Sahabat untuk mengingatkan sahabat lainnya.

0 comments:

Post a Comment